AI
Worth It Gak Sih Invest AI Circle Pakai Duit Sendiri Buat Karir?
Banyak yang nanya langsung ke gw lewat DM.
Jatuhnya pada mikir dua kali buat ikut belajar.
Awalnya gw biarin aja, sampai ada satu pertanyaan yang terus muncul berkali kali.
"Mas Brobri, worth it kah invest di AI untuk boost kerjaan walau pakai duit pribadi?"
Kok bisa pada mikir gini?
Ibaratnya gini. Lo punya kebun luas tapi lo gak mau keluar duit beli traktor.
Jadi lo cangkul sendiri pakai pacul warisan.
Di atas kertas lo hemat.
Gak keluar biaya sepeser pun.
Tapi punggung lo pegel.
Keringetan seharian, dan kebun....
yang harusnya kelar dibajak pagi itu, malah kelar minggu depan.
Nah, ternyata banyak orang lagi ngelakuin hal yang sama persis sama pekerjaan mereka.
Selama ini ngerjain hal berulang pakai cara manual.
Lambat.
Penuh proses ketik ulang.
Yang penting kerjaan beres, pikir mereka.
Padahal mereka lagi bayar jauh lebih mahal, pakai waktu dan tenaga mereka sendiri.
Gw, Brian Faridhi (Brobri), udah dua dekade di dunia produk.
Mulai dari memimpin tim di Tokopedia, Hijra, Flip, sampai ngebangun tiga startup gw sendiri.
Bikin perusahaan hemat itu kebiasaan lama gw, jauh sebelum AI ngetren: 4 juta dolar lebih per tahun dari macam macam inisiatif.
Mulai dari perbaikan proses, optimasi biaya operasional, dan keputusan produk yang lebih efisien.
Otomasi itu cuma salah satunya, bukan sumber tunggal penghematan itu.
Dulu leverage kayak gitu butuh posisi, tim engineer, dan sistem mahal; sekarang AI jadi alat paling tajam buat kebiasaan yang sama, dan bisa dilatih ke semua orang di tim.
Menghitung Harga Asli Waktu Lo
Coba kita hitung hitungan jujur buat keseharian lo.
Katakanlah gaji lo standar menengah, 10 juta sebulan.
Sebulan lo kerja 160 jam.
Nilai waktu lo itu jatuhnya sekitar 62 ribu per jam.
Terus hari Senin lo dapet tugas penting dari atasan lo.
Misalnya lo diminta buat menyusun KPI karyawan untuk satu divisi penuh.
Ini butuh riset mendalam.
Lo harus cari matriks yang pas, nyocokin sama target tahunan, mikirin bobot penilaian, dan nulis dokumen panjang.
Kalau lo ngerjain tugas ini pakai cara manual, lo bisa abis tiga sampai empat hari kerja.
Katakanlah 24 jam waktu produktif lo kepakai penuh.
Nilai waktu yang lo buang buat satu tugas itu nilainya 1,5 juta rupiah lebih.
Itu baru satu tugas menyusun KPI karyawan tadi.
Belum kalau lo harus balas puluhan email klien yang nanya detail.
Belum ngecek data transaksi bulanan yang formatnya berantakan.
Belum meeting koordinasi antar divisi.
Tanpa lo sadar, tiap bulan lo buang jutaan rupiah dari nilai waktu lo sendiri.
Itu semua kelihatan gratis karena lo gak transfer uang ke bank siapa siapa.
Padahal lo bayar pakai waktu istirahat lo.
Lo bayar pakai kesempatan main sama keluarga.
Sama kayak orang nyangkul kebun di cerita awal tadi.
Harga sebuah keahlian itu bukan angka yang lo bayar pas daftar.
Harga sebenarnya itu berapa banyak waktu berharga yang lo bakar pelan pelan tiap bulan karena gak punya keahlian itu.
Fakta Penghematan Skala Besar
Biar lo dapet gambaran seberapa besar efek dari efisiensi yang bener, kita liat pengalaman gw di Flip.
Waktu itu gw dan tim berhasil nurunin biaya transfer uang sampai 32 persen cuma dalam enam bulan.
Itu setara dengan 2,12 juta dolar per tahun biaya yang kehemat.
Di sisi lain, biaya customer support juga berhasil dipotong 42 persen lewat otomasi tiket yang kapasitasnya naik pesat dari nol ke tujuh puluh persen.
Di Tokopedia polanya juga mirip.
Waktu gw dan tim beresin sistem keamanan, kita berhasil motong biaya OTP sekitar 2 juta dolar per tahun.
Bahkan proses ini bikin kita berhasil ngebuka 1,5 juta transaksi tambahan per bulannya.
Sistem yang tadinya boros, diubah jadi lebih rapi.
Angka angka fantastis ini kejadian sebelum AI generatif sepopuler sekarang.
Dulu butuh tim yang isinya puluhan engineer.
Butuh waktu berbulan bulan buat riset, desain, dan nulis kodenya sampai stabil.
Sekarang? Lo bisa ngerjain inisiatif yang luar biasa rumit dalam hitungan hari.
Contoh nyatanya waktu gw bangun FINA.
FINA ini agen AI khusus buat orkestrasi customer support yang gw bangun sebagai uji coba.
Hasilnya? Kita bisa tekan biaya operasional jadi cuma 0.004 dolar per interaksi.
Lebih gilanya lagi, sistem AI ini bisa ngebantu gw nemuin potensi celah akses data silang antar pengguna bahkan sebelum sistemnya rilis ke publik.
Kekuatan buat efisiensi skala besar itu sekarang pindah.
Dari tangan ratusan engineer raksasa, jadi langsung ke tangan lo sendiri.
ROI Konkret dari Lapangan
Makanya pas ada yang masih ragu buat invest ke leher ke atas pakai dana pribadi, gw santai aja.
Di komunitas AI Circle batch pertama, kita liat sendiri buktinya sangat nyata.
Banyak alumni yang akhirnya ngasih laporan balik.
Ada peserta yang tadinya kewalahan dengan pekerjaan, sekarang tugas seminggu bisa kelar dua hari pakai AI.
Ada juga peserta yang setelah belajar dan praktek sungguh sungguh, langsung dapet opportunity intern.
Bayarannya 20 juta lebih sebulan.
Biaya investasinya ketutup berkali kali lipat dari bulan pertama dia kerja.
Gw sendiri selalu pake prinsip ini buat bisnis gw.
Dulu kalau gw mau bikin konten edukasi yang konsisten, gw butuh tim khusus.
Sekarang gw bangun sistem distribusi konten delapan kanal sendirian.
Satu video panjang dipotong jadi klip pendek otomatis.
Terus disebar otomatis ke YouTube, LinkedIn, Shorts, Reels, Threads, sampai WhatsApp.
Semua sistem ini jalan dengan sangat rapi dan gw kelola sendiri dari kamar.
Inilah wujud leverage asli.
Lo masukin usaha kecil di awal, tapi sistem kerjanya jalan terus terusan.
Dan alat sakti ini sekarang udah ada di laptop lo masing masing.
Investasi Paling Murah
Jadi balik ke pertanyaan awal, worth it gak sih invest pakai duit pribadi?
Jawabannya balik ke cara lo mandang waktu lo sendiri.
Kalau lo ngerasa waktu luang lo nilainya rendah, pasti rasanya mahal.
Tapi kalau lo tau harga dari tiap jam waktu produktif lo, harga investasi belajar ini jadi kerasa sangat murah.
Makanya prinsip gw cuma satu sekarang.
Taruh investasi di tempat di mana ketidaktahuan itu bayarnya paling mahal.
Dan di masa sekarang, gak paham cara pakai alat yang tepat itu ongkosnya sangat mahal.
Lo bakal ketinggalan langkah.
Kerjaan rutin lo bakal makin numpuk.
Fokus lo pecah buat ngurusin hal sepele.
Yang gw kira pemborosan buat bayar ilmu, ternyata investasi yang paling nguntungin.
Yang lo kira hemat karena gak mau keluar duit, ternyata jalan yang paling menguras energi hidup lo.
Lo tim mana?
Masih mau ngerjain manual berjam jam tiap hari?
Atau mulai invest buat pangkas beban kerjaan lo dari sekarang?
Buat lo yang ngerasa udah saatnya berhenti pakai pacul dan mau mulai bangun leverage karir lo sendiri, lo bisa gabung dan belajar bareng di AI Circle. Kita bedah semuanya secara praktis biar langsung kepake buat harian.
Dan buat lo yang kebetulan posisinya leader, lo gak perlu pusing ngajarin tim lo satu per satu biar pada cepat kerjanya. Lo bisa liat program pelatihan khusus buat perusahaan di halaman corporate gw buat ngobrolin solusi AI yang pas buat tim lo.