Tanya Brian

Perusahaan sebaiknya mulai adopsi AI dari divisi mana?

13 Juli 2026 · Brian Arfi Faridhi

Jawaban singkat

Jangan pilih divisi karena keren, pilih karena kriterianya masuk. Cari proses yang repetitif dan volumenya gede, datanya udah rapi atau minimal ada, dan ada satu orang di divisi itu yang semangat jadi champion. Biasanya customer support, operasional, atau finance yang paling cepet kelihatan hasilnya. Mulai kecil, ukur, baru diperluas ke divisi lain.

Kesalahan paling umum yang gw lihat: perusahaan milih pilot AI berdasarkan divisi mana yang paling vokal atau paling kelihatan modern. Hasilnya proyek yang rame di awal, sepi di akhir, dan bikin manajemen kapok. Padahal milih pilot itu ada kriterianya, dan kriterianya sederhana.

Pertama, proses repetitif dengan volume gede. AI dan automation itu paling kerasa dampaknya di kerjaan yang polanya berulang ribuan kali. Gw ngalamin ini langsung waktu dorong automation customer support: dari nol sampai sekitar 70 persen dari kurang lebih 10.000 tiket per bulan bisa ditangani otomatis, dengan penghematan sekitar 200 ribu dolar AS dalam 7 bulan. Itu kejadian sebelum era AI generatif. Polanya tetap berlaku sekarang: volume gede dikali perbaikan kecil per transaksi = angka yang gede.

Kedua, datanya ada. Proses yang mau di-AI-kan harus punya jejak data: histori tiket, SOP tertulis, log transaksi, template dokumen. Kalau prosesnya masih di kepala satu orang dan gak pernah dicatat, AI gak punya bahan buat kerja. Rapiin dulu, baru pilot.

Ketiga, ada champion. Ini yang paling sering dilupain padahal paling menentukan. Harus ada minimal satu orang di divisi itu yang beneran mau, bukan yang ditunjuk terpaksa. Champion ini yang bakal ngetes hasil AI tiap hari, ngasih feedback, dan jadi bukti hidup buat rekan-rekannya. Tanpa champion, tool secanggih apapun bakal jadi pajangan.

Kalau tiga kriteria itu dipakai, di kebanyakan perusahaan jawabannya jatuh ke customer support, operasional, atau finance. Bukan karena divisinya spesial, tapi karena di situ tiga kriterianya paling sering ketemu sekaligus.

Satu catatan penutup: mulai dari satu proses, bukan satu divisi utuh. Tentuin metrik sebelum mulai, misalnya waktu proses atau biaya per transaksi, ukur selama beberapa minggu, baru putusin diperluas atau enggak. Pilot yang keukur itu yang bikin adopsi AI dapet kepercayaan manajemen.

Kalau perusahaan lo lagi nyusun rencana adopsi AI dan butuh partner buat ngerancang pilot plus ningkatin skill AI timnya, cek program corporate gw.