Suami Qawwam
Yang kita kejar mati-matian pengakuan bos di meja kantor.
Yang kita kejar mati-matian pengakuan bos di meja kantor. Istri di rumah cuma kebagian sisa lelahnya saja. Tenaga habis dipakai melayani urusan luar. Pulang tinggal bawa muka tegang.
Janji ijab kabul itu sakral. Antum bawa dia keluar dari rumah bapaknya. Bukan sekadar pindah alamat tempat tinggal belaka. Ada sumpah nama Sang Pencipta yang mengikat kuat di sana.
Pesan terakhir utusan Allah sangat keras soal perkara ini. Beliau tegas menitipkan pesan penting di akhir hayatnya. Jangan pernah main-main sama urusan berat ini.
"Bertakwalah kalian kepada Allah dalam urusan para wanita, karena kalian mengambil mereka dengan amanah dari Allah..." (HR. Muslim (Khutbah Haji Wada'))
Pasangan hidup bukan asisten buat membereskan semua urusan rumah tangga. Dia itu titipan langsung yang Allah percayakan penuh ke antum. Keringat dia merawat anak sering luput dari pandangan mata. Tahu-tahu kita gampang menuntut lantai rapi.
Hargai pengorbanannya lewat tindakan nyata setiap hari. Dengarkan ceritanya tanpa buru-buru pegang hape. Bantu cuci piring kotor sesudah makan.
Beban besar ini pasti ditagih nanti. Pastikan antum siap jawab.
Bagikan tulisan tajam ini ke grup keluarga sekarang. Kasih reaksi api kalau antum sepakat utuh. Biar sadar semua.