Suami Qawwam

Wibawa paling kokoh di rumah bukan dari seberapa nyaring suara kita.

21 Agustus 2026 ยท pertama tayang di Suami Qawwam

Wibawa paling kokoh di rumah bukan dari seberapa nyaring suara kita. Tapi dari seberapa jernih kita berpikir.

Ketegasan memimpin sering bergeser jadi kekasaran. Merasa punya hak mutlak mengatur segalanya. Sampai lupa menjaga lisan di depan pasangan.

Padahal status pemimpin ini titipan berat. Ada beban nyata di balik gelarnya.

"Laki-laki (suami) itu pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain, dan karena mereka telah menafkahkan sebagian harta mereka..." (QS. An-Nisa: 34)

Posisi puncak ini bukan buat pamer kuasa. Ada tanggung jawab nafkah yang wajib dipenuhi. Kelebihan akal dikasih untuk mencari jalan keluar. Bukan buat menghardik saat badai masalah datang.

Pemimpin sejati itu melindungi, bukan menakuti. Hadirnya bikin seisi rumah merasa aman. Istri tenang saat kemudi dipegang mantap.

Taat murni gak butuh paksaan. Ia tumbuh dari rasa hormat.

Jadilah payung peneduh. Bukan diktator bengis.

Teruskan pesan ini ke grup keluarga. Biar makin banyak suami yang tersadar.

Beri reaksi jempol kalau antum sepakat.