Suami Qawwam
Waktu kapal diterjang ombak gede di tengah laut gelap, penumpang gak ngecek...
Waktu kapal diterjang ombak gede di tengah laut gelap, penumpang gak ngecek ombaknya, mereka ngecek wajah nahkoda. Kalau nahkoda keliatan tenang, penumpang ikut tenang. Kalau nahkoda panik, seisi kapal ribut.
Rumah kita juga punya ombaknya sendiri setiap hari. Tagihannya numpuk, kerjaan molor, anak rewel, mertua nanya macem-macem terus. Dan Allah udah duluan kasih peringatan soal siapa yang wajib jaga kapal ini.
"Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka..." (QS. At-Tahrim: 6)
Kita boleh capek, boleh bingung, boleh takut soal besok yang kabur. Itu wajar, setiap kepala keluarga pernah ngerasain malam kayak gitu. Yang gak boleh, kecemasan nular ke istri dan anak. Karena wajah kita berubah, rumah ikut berubah duluan.
Tenang di depan keluarga itu harus DILATIH. Caranya gampang, tarik napas dulu sebelum ketemu istri atau anak. Simpen muka kusut di luar pintu rumah, jangan dibawa masuk ke dalam.
Allah udah titipin keluarga ke tangan kita lewat ayat tadi. Keluarga gak butuh suami yang gak pernah goyah. Mereka cuma butuh goyahnya gak nular.
Ya Allah, tenangin hati kita duluan. Biar ketenangan itu ngalir juga ke istri dan anak anak kita. Aamiin.