Suami Qawwam
Istri jago benerin motor sendiri, itu bukan prestasi.
Istri jago benerin motor sendiri, itu bukan prestasi. Itu tanda kita jarang turun tangan. Padahal itu jatah kita.
Ban motor istri kempes itu hal kecil. Tapi di situ ada kesempatan kita muncul sebagai suami. Bukan nyuruh istri belajar bengkel biar katanya mandiri dan gak ngerepotin.
Soal siapa pemimpin di rumah, Islam udah gak nawar.
"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin di keluarganya dan akan ditanya tentang yang dipimpinnya..." (HR. Bukhari & Muslim)
Jadi pemimpin itu bukan gelar yang nempel otomatis pas akad nikah selesai. Itu amanah yang ditagih tiap hari, termasuk soal motor istri. Siapa yang servis rutin, siapa yang mikirin rem. Kalo bukan kita, siapa.
Mulai dari yang kelihatan sepele. Cek kondisinya sebelum istri yang pake. Jangan nunggu mogok duluan baru kita yang gerak.
Kemandirian istri itu bukan ukuran rumah tangga yang sehat. Ukurannya ketenangan, karena ada suami yang bisa diandalkan. Itu yang kita kejar.
Jadi suami yang dicari, bukan ban serep.
Kalo kita setuju sama omongan ini, jangan cuma disimpen di hati. Forward ke grup keluarga, biar istri juga baca. React kalo ngamini.