LinkedIn

Cara gw misahin 'jam produktif' dari 'jam terlihat sibuk' waktu kerja remote, dan kenapa gw cumaukur 4 jam pertama tiap hari sebagai penentu hasil

12 Oktober 2026 ยท pertama tayang di LinkedIn

Gw ngukur jam-jam pertama kerja remote tiap hari, Itu jadi penentu hasil kerja gw. Sisanya? Rapat, balas chat, dan hal kecil.

Kok bisa gitu?

Bayarannya mayan oke, dan menurut mereka valuenya juga oke banget. Gw kerja remote buat client luar negeri dulu. Kerjaannya melibatkan banyak hal, tapi hasilnya diukur dari output.

Kalo jam pertama terganggu notifikasi, hari itu udah kalah. Client bayar untuk hasil, bukan untuk duduk manis di depan layar. Produktivitas menurun drastis.

Jadi sekarang gw jaga jam pertama dengan aturan ketat. Gak buka LinkedIn, gak rapat pagi, gak multitasking. Kerjaan paling berat dikerjain dulu. Energi itu kayak pulpen, ada batasnya. Jangan buang untuk hal yang gak penting.

Kerja remote bikin kejujuran terasa banget. Tidak ada bos yang liat lo sibuk. Tidak ada yang menilai gaya dudukmu. Yang penting output, selesai atau tidak.

Di situlah bedanya jam produktif sama jam terlihat sibuk. Yang satu menghasilkan, yang satu cuma keliatan.

Yang gw kira kerja keras, ternyata banyak yang cuma panggung. Yang gw kira santai, ternyata justru yang paling menghasilkan.

Lo sendiri, hari ini beneran produktifnya berapa jam? Bukan yang online, tapi yang menghasilkan. Tulis di komen ya.

#KerjaRemote #BroBri