Suami Qawwam
"Allah gak akan ngasih ujian di luar batas kemampuan hamba-Nya." Kalimat ini...
"Allah gak akan ngasih ujian di luar batas kemampuan hamba-Nya."
Kalimat ini sering dipakai buat nenangin diri. Sayangnya, ini pemahaman yang salah terhadap Al-Qur'an.
Buktinya apa?
Di zaman Rasulullah, ada sahabat yang disiksa dengan besi panas ditembuskan ke tubuhnya, cuma karena dia memeluk Islam.
Di zaman ini, saudara kita di Palestina disiksa habis-habisan. Banyak di antara mereka sampai kehilangan nyawa.
Apa itu menurut antum masih di dalam batas kemampuan? Sampai meregang nyawa?
Lalu apa yang benar?
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya..." (QS. Al-Baqarah: 286)
Yang Allah jamin gak melewati batas kemampuan itu adalah *SYARIAT*. Urusan agama. Beban perintah dan larangan.
Sholat, puasa, zakat, nafkah, kepemimpinan rumah tangga. Semua itu ditakar persis sesuai kesanggupan kita.
Sedangkan *ujian* di luar beban syariat, bisa jadi memang di luar batas kemampuan hamba. Dan Allah janjikan pengganti kalau kita sabar.
Jadi jangan ketuker.
Kalau ada yang males sholat, alasannya sholat itu berat. Males puasa, alasannya puasa itu berat. Atau ngamuk waktu suaminya mau nikah lagi, alasannya gak sanggup.
Tiga itu yang lebih pantas dijawab: Allah gak membebani hamba-Nya di luar batas kemampuannya.
Yang berat bukan alasan buat mundur dari syariat.
Rujukan: Tafsir Al-Qurtubi, Tafsir Ibnu Katsir, dan penjelasan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah terkait QS. Al-Baqarah: 286.
Simpan post ini, dan teruskan ke sesama suami yang perlu baca.