LinkedIn

23 kursi batch 1 habis, dan yang gw ubah sesudahnya

10 September 2026 ยท pertama tayang di LinkedIn

23 kursi batch pertama habis, dan buat batch selanjutnya gw gak nambah materi. Gw malah merombak isinya supaya jauh lebih sederhana.

Kok bisa gitu?

Resep bikinan chef itu biasanya sangat lengkap, tiap teknik ada namanya, dan detailnya rapi. Tapi orang di rumah kan bukan chef, mereka cuma mau bisa masak enak. Jadi keseluruhan resepnya emang harus dibuat sesimpel mungkin.

Kalau resepnya nyuruh orang belajar istilah teknis dulu, dapurnya keburu dingin. Bukan karena resepnya yang jelek, tapi konteks orangnya yang beda. Cara nyampeinnya yang harus disesuaikan.

Materi yang bagus itu bukan yang paling lengkap, tapi yang gampang dipakai. Terutama buat mereka yang latar belakangnya bukan dari orang teknis. Gw sederhanain semuanya biar ilmunya kepakai.

Materi yang gak kepakai itu persis kayak resep panjang yang gak pernah dimasak. Cuma bagus pas dibaca doang, tapi gak pernah keluar dari dapur. Gak ada hasilnya di atas meja makan.

Ini kesimpulan dari obrolan gw bareng temen-temen di komunitas AI Circle. Orang akhirnya mau eksekusi bukan karena disodorin materi yang super canggih. Tapi karena ada bagian kecil yang bisa langsung mereka coba. Itulah yang bikin mereka mulai bergerak.

Resep tadi bikin perut kenyang bukan karena daftar halamannya yang sangat panjang. Tapi dari satu langkah jelas yang akhirnya beneran dieksekusi di dapur. Cuma sesederhana itu.

#AI #BroBri

Dari semua kelas yang pernah lo ikutin, mana materi yang paling nyangkut? Tulis di komen ya ๐Ÿ‘‡